Sebagian basa-basi kehidupan dunia dengan pernak-pernik rasa apa saja yang telah terjadi sesuai dengan garis takdir Yang Maha Kuasa
Selasa, 05 Desember 2023
Tentang "Roman(tika)"
Senin, 20 November 2023
Review Buku "Terima Kasih Sudah Mengatakannya"
"Penting untuk mendengarkan cerita orang lain. Ketika kita sudah mendengar semua ceritanya, tolong segera katakan 'Terima kasih atas ceritanya'." (Terima Kasih Sudah Mengatakannya, Hal: 235).
Waw, ini bagian di mana aku seketika berfikir betapa berharganya mereka yang sudi membicarakan sesuatu kepadaku. Sebab memang, rasanya menjadi dipercaya lebih punya nilai lebih daripada percaya kepada seseorang. Sebab rasanya, manusia hanya cenderung senang dan selalu mengupayakan diri untuk disukai dan diterima lawan bicaranya.
"Terima Kasih Sudah Mengatakannya" adalah buku terjemahan dari Korea. Bergenre self improvement yang sangat relate dengan kehidupan kita. Cara penulisannya tidak kaku dan banyak dilengkapi dengan kutipan-kutipan dari beberapa film dan buku. Covernya cantik. Ilustrasi di dalamnya juga. Itu cukup menyegarkan pandangan yang sesekali lelah karena memang huruf-huruf didalamnya begitu kecil, meskipun masih bisa terbaca.
Buku ini berisi tentang bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan seseorang, tentang bagaimana kita menggunakan kata-kata, juga tentang bagaimana mengendalikannya. Sebab memang kata-kata punya kekuatan yang berdampak baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
Buku ini akan sedikit banyak menyadarkan kita tentang betapa pentingnya melindungi hubungan dengan siapapun, tentang bagaimana menemukan kata-kata yang tidak melukai, tentang bagaimana menyikapi pujian dan kritikan, juga tentang bagaimana hidup dengan penuh keberanian dengan kata-kata kita sendiri.
"Waktu hingga menjadi dewasa adalah proses memiliki "logika komunikasi". (Terima Kasih Sudah Mengatakannya, Hal: 31).
Akhirnya, untuk kalian yang telah selalu mengucapkan kata-kata yang baik kepada siapapun dan khususnya untuk diri sendiri, terima kasih sudah mengatakannya.
Dear Mas (2)
Aku mendongak ke atas dan mencoba mencari kedua matamu yang berbinar di depan pandangku. Tapi alih-alih mendapatkan binar di kedua matamu, aku malah menemukan langit yang biru. Haha, sungguh perburuan yang seru.
Aku berjalan ke arahmu, mencari sebuah celah untuk masuk ke rumahmu yang belum kutemukan pintunya itu. Tapi mas, sepertinya aku telah tersesat. Tapi senangnya, aku masih tersesat di situ-situ saja. Di sebuah tempat dimana aku bisa tetap memandangmu meski itu kulakukan dengan malu-malu dan agak takut. Aku takut Yang Maha Cinta cemburu kepadamu. Haha, lucu bukan?
Padahal dari awal aku sudah mengatakan kepada-Nya
"Ya Allah, jangan khawatir aku akan lebih cinta kepadanya daripada kepada Engkau. Kalaupun aku khilaf melakukannya, maka Engkau jadikanlah aku lebih mencintai-Mu. Engkau punya caranya Ya Allah. Engkau satu-satunya yang paham baik tentang itu".
Ya, aku harap kamu juga tidak cemburu kepada-Nya. Sebab kamu tetap menjadi yang pertama dan Allah akan menjadi yang utama.
Selasa, 17 Oktober 2023
Part of Being an Adult (Bagian dari Menjadi Dewasa)
This adult life is so fucking complicated, right? Kita mengucap "hadehh/haiyahhh/ bjirrr/syibal se.....k.i..ya", tapi akhirnya tetap melakukannya. Kita berdebat hebat, tapi berakhir damai juga. Pokoknya kudu pusing dulu, meski ujungnya juga bisa ngerjain. Haha.
Tapi aku senang berada difase dewasa ini. Aku bisa duduk sendirian di sebuah restoran dan membeli matcha dan coklat favoritku tanpa ada yang bisa menghentikanku. Itu juga tentang bersantai ria di rumah, tidur lebih awal, dan merasa itu baik-baik saja. Rasa-rasanya memang tidak ada yang namanya menjadi dewasa. Bukankah kita semua hanya anak-anak yang terjebak di dalam tubuh orang dewasa saja? Atau bukankah itu terlalu susah untuk terus berpura-pura?
Jadi, bolehkah kita berhenti membual tentang hal-hal yang dengan atau tidak semestinya di lakukan? Karena "kedewasaan" tidak melulu ditandai dengan bertambahnya usia, tapi juga tentang pengalaman dan pertumbuhan. Jadi jangan pernah mengharapkan kedewasaan dari siapapun. Hidup ini sudah sulit. Hanya saja semoga semua orang tetap terkendali dalam menjaga energinya sepanjang hari.
Lagi pula dewasa adalah tentang bagaimana diri sendiri bisa mengajak hatinya jatuh cinta lagi dan lagi. Dia tahu bagaimana harus merasa senang dan bahagia. Dia tahu bagaimana menjadi yang terkendali atas semua-muanya. Karena baiknya, semua memang harus seimbang. Supaya akhirnya dia berhasil merasa dicintai sebanyak-banyaknya, juga sepenuh-penuhnya. Ya, mungkin ada lebih banyak hal dalam hidup ini daripada menjadi seorang remaja dan menjadi dewasa bukan berarti kita harus meninggalkan itu. Akhirnya, dari semua hal yang ada, semoga kita bisa semakin paham bagaimana cara kerja semesta.
So, happy growing into adulthood. I hope we don't become annoying adults. May us always be the winner. Hopefully everyone will support us to always be calm.
Good luck 🤘
Selasa, 19 September 2023
Review Buku "The Things You Can See Only When You Slow Down"
"Ketika segala sesuatu disekitar saya bergerak begitu cepat, saya berhenti sejenak dan bertanya “Apakah memang dunia yang terlalu sibuk, atau malah batin saya?”"(TTYCSOWSD, Hal: 9).
Memulai tahun baru dengan membaca buku self improvment yang meaningful, begitu ringan tapi tetap mengajak kita untuk berfikir dan merefleksi diri. Buku ini ditulis oleh Haemin Sunim, seorang guru agama Buddha Zen sekaligus penulis paling berpengaruh di Korea Selatan.
Berisi sekumpulan kalimat singkat berupa
kutipan-kutipan bijak tentang semua aspek kehidupan manusia mulai dari relationship,
cinta, spiritual, juga pekerjaan. Buku yang mengingatkan kita untuk lebih aware
lagi dalam memahami pentingnya bersikap, bertutur kata, dan mengistirahatkan
diri. Itu adalah tentang hal-hal yang hanya dapat kita lihat dan rasakan ketika
kita melambat dan bagaimana menjadi tenang di dunia yang sibuk. Karena beberapa
hal justru dapat kita nikmati saat kita tidak terburu-buru.
“..............bahwa yang mengusik kita bukanlah keadaan dunia, melainkan cara pandang kita. (TTYCSOWSD, Hal: 15)
Ilustrasi
gambarnya cantik dan kalimat-kalimatnya begitu relate dengan kehidupan
sehari-hari. Buku ini membantu ketika pikiran sedang tidak stabil. Itu cukup
untuk membantu menenangkan pikiran kita, tentu saja dengan membacanya perlahan
untuk memahami lebih dalam tentang apa-apa yang sebenarnya penulis maksudkan. Buku
ini juga akan cukup membantu kita untuk mendapatkan kekuatan dan meraih sebuah
kepuasan ketika hidup sedang terasa begitu sulit. Itu seperti sebuah resep
untuk menjalani hidup ini dengan cara yang lebih ringan dan bahagia.
Tapi memang semua hal selalu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Jadi tidak melulu itu
akan mengubah hidup. Ya, selamat menemukan kutipan-kutipan apik sesuai
kondisi yang kita alami. Selamat mengembangkannya dengan caramu sendiri.
Sabtu, 09 September 2023
Dear Mas
Nanti aku buatkan kopi hitam favoritmu dan aku akan membuat matcha favoritku. Kita bisa menikmatinya sambil memandang langit dan (menemukan sesuatu?). Aku sungguh ingin menemukan bintang sirius bersamamu sambil menjatuhkan satu per satu puisi buatanku ke telingamu.
Oh ya tenang saja, sebab kamu tidak perlu mengerti apapun setelah itu. Kamu hanya perlu mendengarkanku dan menikmati kopimu (juga suasana bersamaku).
Tapi jangan juga jadi bisu.
Sebab, kamu boleh juga banyak bicara sebanyak atau boleh lebih banyak dariku. Kamu boleh menceritakan apa saja, termasuk jok motormu yang sudah lama kedinginan itu.
Aku bisa mendengarkanmu lebih banyak, dan juga lebih lama.
Waw, aku pikir malam-malam pasti akan menjadi terasa begitu panjang ketika isi kepalaku dan isi kepalamu bercumbu mas.
Aku berharap, aku dan kamu tidak akan menyesali banyak hal atas apa-apa yang sudah berlalu. Dan aku berharap atas apapun itu, aku bisa selalu memenangkan isi kepalamu (dan aku pikir, aku juga harus begitu kepadaku).
Aku berharap segala hal baik diantara kita berdua bisa selalu meluas dan meluap-luap. Aku berharap kamu akan sependapat denganku. Sebab itu adalah rencanaku dan mohon lekas dibantu.
Deal?
Selasa, 15 Agustus 2023
Review Buku "Tempat Paling Liar di Muka Bumi"
“Ada banyak perbuatan yang sia-sia, melawan cinta itu sia-sia” (Tempat Paling Liar di Muka Bumi, Hal: 79).
Sebuah buku yang sangat dan sangat romantis. Kumpulan puisi-puisi yang cocok sekali untuk
sepasang kekasih yang sedang saling kasmaran. Tentang bagaimana mereka saling
jatuh cinta dan mencintai dengan cara yang ajaib. Saling bersahut-sahutan,
begitu manis dan menggoda.
Buku ini seperti sebuah
diary dan bentuk komunikasi yang apik milik Theor dan Welly. Sepasang kekasih
yang saling menceritakan tentang bagaimana rindu, jarak, dan cinta-cinta
bermekaran dan tidak pernah padam. Juga tentang bagaimana untuk bisa saling
menjadi tempat pulang. Gambaran perasaan yang apik tersaji dengan menggunakan
simbol tubuh dan alam di Indonesia bagian timur. Begitu meriah, sampai-sampai
deburan ombak, hutan, laut, pasir putih, laut, dan semua perkakasnya ikut
menjadi saksinya.
Akhirnya, mari tersesat dalam puisi-puisi romantis ini. Mari saling melempar kata-kata cinta. Mari kita nikmati ini. Karena
“yang berdosa itu ketika jatuh cinta dan tidak menikmatinya”
“aku ingin menjadi tenang dan mencintaimu tanpa banyak kekhawatiran” (Tempat Paling Liar di Muka Bumi, Hal: 61).
Surat Kepada Siapapun yang Sedang dan Masih Merasa Kehilangan
Dear Everyone, I know it's not easy. I also won't know how heavy your burden is. Tapi guys, hidup harus tetap berjalan....
-
Dear Everyone, I know it's not easy. I also won't know how heavy your burden is. Tapi guys, hidup harus tetap berjalan....
-
Dear mas, Bisa dikatakan, sekarang aku tidak sedang bersembunyi, tapi kamu bisa (sementara) menganggapnya begitu. Kamu tidak per...
-
“Kehidupan tidak hanya memiliki satu warna. Terkadang warnanya berubah pada saat yang tak kita duga” (Pasta Kacang Merah, Hal: 1...

