Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Juni 2023

Review Buku "Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih"

"Halah, Lis. Dengan kamu mau nikah sama aku saja, bapakmu harusnya sudah paham, mana yang pinter dan mana yang goblok." (Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih, Hal: 76)

Benar kata orang-orang, awal mula mengira buku ini berisi tips-tips bagaimana cara memahami kekasih atau bagaimana menjaga hubungan dengan kekasih supaya langgeng adalah hal yang sia-sia belaka.

Buku ini ternyata buku yang berisi tentang kisah cinta dan romantisme sehari-hari sepasang kekasih. Buku ini adalah definisi "another level of bucin" seorang Agus Mulyadi kepada kekasihnya yang sekarang berhasil menjadi istrinya yakni Kalis Mardiasih. Banyak tawanya, sering apesnya, tapi begitulah kisah mereka berjalan. 

Membaca buku ini aku jadi tahu sisi seorang Kalis yang lain. Tetap terkesan tangguh, tapi seperti manusia kebanyakan, seorang Kalis ternyata juga banyak alfanya, banyak konyolnya, banyak menyebalkannya. Hampir putus asa perkara nggak bisa buka jok motor, keseringan ketinggalan pesawat, dan perkara baju gambar Sunan Giri? Haha, Agus memang pintar sekali menceritakan detail tentang istrinya. Mereka berdua adalah panutan rumah tangga yang realistis. Semoga banyak kebaikan menyertai mereka.

"Hidup memang soal kompromi" (Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih, Hal: 70)

Hanya 94 halaman, tapi aku berhasil senyum-senyum. Agal kesel, tapi mereka lucu. Jadi pengen juga nulis beginian kaya Agus. Judulnya mungkin "Sebuah Seni Menyaingi Romantisme Agus dan Kalis". Tapi entar dulu ya, mau nyari seseorangnya dulu nih biar ada ceritanya. Semoga bisa lebih romantis kisahku bersamanya. Hihi.

Selasa, 18 April 2023

Review Novel "Please Look After Mom"

"Menurut Anda, apakah ibu Anda bahagia?" (Please Look After Mom, Hal: 78).

Siapa yang tahu berapa kali kita telah menghancurkan hati ibu? Siapa yang hari ini sudah memeluk ibu? Siapa yang hari ini sudah bilang "aku sayang kepadamu ibu"? Siapa yang benar-benar tahu tentang rahasia-rahasia ibu? Siapa yang sudah benar-benar mengenal ibu?

Dan begitulah novel ini mengajak kita untuk selalu tertarik kepada seorang ibu. Seorang ibu yang bukan hanya menjadi seorang ibu. Tapi juga seorang ibu yang juga masih kecil, ibu yang juga menjadi manusia pemula, ibu yang juga menua bersama kita, juga ibu yang tetap menjalani hidup, menahan sekian banyak keinginannya, menyerah terhadap mimpinya, dan menyerahkan keseluruhan hidupnya kepada suami dan anak-anaknya.

Novel ini mengisahkan tentang sebuah keluarga yang kehilangan seorang ibu di sebuah stasiun di Seoul. Si ibu yang sedang bepergian dengan suaminya dan entah bagaimana terpisah begitu saja dikeramaian. Suami dan anak-anak si ibu mencarinya sambil merefleksikan hubungan mereka dengan si ibu. Mereka hanya begitu, tidak tahu apa-apa tentang si ibu yang telah membersamai mereka. 

"Bukankah menyenangkan tinggal di rumah yg di dalamnya banyak tempat bersembunyi untuk anak-anak?" (Please Look After Mom, Hal: 206).

Begitulah seorang ibu. Dia selalu saja tidak bisa membaca dirinya sendiri dan menjadikan anak-anaknya mengerti tentang itu. Dia hanya tetap bekerja keras sampai akhir untuk anak-anaknya supaya menjadi nyaman dan cukup. Dia hanya tetap menjadi yang selalu ada.

Memang agak bingung membaca novel ini. Alurnya maju mundur dan sudut pandangnya campuran. Agak bingung membayangkan akan menjadi siapa aku di setiap pergantian bab nya. Tapi aku berhasil memahami setelah membacanya lebih jauh lagi. Aku telah tidak sengaja menyelami hampir dua puluh tujuh tahun kisahku bersama ibuku. Bahwa sedikit banyak aku telah mengambil sesuatu dari hidupnya. Bahwa aku selalu membutuhkan ibu. Bahwa aku juga sangat ingin memeluknya dan membisikkan kepadanya "aku sayang kepadamu ibu". Semoga hari itu akan datang. Semoga aku bisa selalu menjadi anak yg baik untuk ibu.


Terimakasih sudah melakukan banyak hal untukku ibu.

Surat Kepada Siapapun yang Sedang dan Masih Merasa Kehilangan

Dear Everyone, I know it's not easy. I also won't know how heavy your burden is. Tapi guys, hidup harus tetap berjalan....