Tampilkan postingan dengan label Kekasih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kekasih. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Januari 2024

Dear Mas (3)

Dear mas,

Bisa dikatakan, sekarang aku tidak sedang bersembunyi, tapi kamu bisa (sementara) menganggapnya begitu.

Kamu tidak perlu mencariku. Sebab aku ada di mana-mana. Aku di sisi yang jauh darimu. Aku di sisi yang dekat denganmu. Aku juga ada di antara itu.

Aku tidak perlu memberitahumu di mana aku. Sebab kamu bisa saja menemukan aku di dalam hatimu, di dalam isi kepalamu, di langit yang biru, di jiwamu yang sedang kamu timang-timang, di antara bintang-bintang, di antara puisi-puisi yang tidak semua orang tahu, di mimpimu, di anak-anak tangga yang kamu kenal, juga di setiap hal kecil yang kamu nikmati. Aku ada di mana-mana. Mengakar, merayap di setiap malam, berisik, dan kadang menjelma jadi cemburu.

Aku membawa rasaku ke mana-mana. Aku melakukannya, seperti kamu juga melakukannya. Sejak saat itu, aku berhasil menjadi seseorang yang ahli. Aku membuat segala sesuatu di setiap waktu menjadi menyenangkan dan (mungkin) sebentar lagi aku juga akan berhasil menjadikanmu memanggilku "kekasihku".

Waw, haruskah aku mengatakan bahwa aku mencintaimu?


Sabtu, 09 September 2023

Dear Mas

Dear mas,

Nanti aku akan menulis sesuatu tentangmu. Nanti saja, setelah kamu datang dan bernafas lega.

Nanti aku buatkan kopi hitam favoritmu dan aku akan membuat matcha favoritku. Kita bisa menikmatinya sambil memandang langit dan (menemukan sesuatu?). Aku sungguh ingin menemukan bintang sirius bersamamu sambil menjatuhkan satu per satu puisi buatanku ke telingamu.

Oh ya tenang saja, sebab kamu tidak perlu mengerti apapun setelah itu. Kamu hanya perlu mendengarkanku dan menikmati kopimu (juga suasana bersamaku).

Tapi jangan juga jadi bisu.

Sebab, kamu boleh juga banyak bicara sebanyak atau boleh lebih banyak dariku. Kamu boleh menceritakan apa saja, termasuk jok motormu yang sudah lama kedinginan itu.

Aku bisa mendengarkanmu lebih banyak, dan juga lebih lama.

Waw, aku pikir malam-malam pasti akan menjadi terasa begitu panjang ketika isi kepalaku dan isi kepalamu bercumbu mas.

Aku berharap, aku dan kamu tidak akan menyesali banyak hal atas apa-apa yang sudah berlalu. Dan aku berharap atas apapun itu, aku bisa selalu memenangkan isi kepalamu (dan aku pikir, aku juga harus begitu kepadaku).

Aku berharap segala hal baik diantara kita berdua bisa selalu meluas dan meluap-luap. Aku berharap kamu akan sependapat denganku. Sebab itu adalah rencanaku dan mohon lekas dibantu.

Deal?

Selasa, 20 Juni 2023

Review Buku "Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih"

"Halah, Lis. Dengan kamu mau nikah sama aku saja, bapakmu harusnya sudah paham, mana yang pinter dan mana yang goblok." (Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih, Hal: 76)

Benar kata orang-orang, awal mula mengira buku ini berisi tips-tips bagaimana cara memahami kekasih atau bagaimana menjaga hubungan dengan kekasih supaya langgeng adalah hal yang sia-sia belaka.

Buku ini ternyata buku yang berisi tentang kisah cinta dan romantisme sehari-hari sepasang kekasih. Buku ini adalah definisi "another level of bucin" seorang Agus Mulyadi kepada kekasihnya yang sekarang berhasil menjadi istrinya yakni Kalis Mardiasih. Banyak tawanya, sering apesnya, tapi begitulah kisah mereka berjalan. 

Membaca buku ini aku jadi tahu sisi seorang Kalis yang lain. Tetap terkesan tangguh, tapi seperti manusia kebanyakan, seorang Kalis ternyata juga banyak alfanya, banyak konyolnya, banyak menyebalkannya. Hampir putus asa perkara nggak bisa buka jok motor, keseringan ketinggalan pesawat, dan perkara baju gambar Sunan Giri? Haha, Agus memang pintar sekali menceritakan detail tentang istrinya. Mereka berdua adalah panutan rumah tangga yang realistis. Semoga banyak kebaikan menyertai mereka.

"Hidup memang soal kompromi" (Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih, Hal: 70)

Hanya 94 halaman, tapi aku berhasil senyum-senyum. Agal kesel, tapi mereka lucu. Jadi pengen juga nulis beginian kaya Agus. Judulnya mungkin "Sebuah Seni Menyaingi Romantisme Agus dan Kalis". Tapi entar dulu ya, mau nyari seseorangnya dulu nih biar ada ceritanya. Semoga bisa lebih romantis kisahku bersamanya. Hihi.

Senin, 28 November 2022

Review Buku "Aku Bersaksi Tiada Perempuan Selain Engkau"

Ini deadline buku bacaan pertama yang aku selesaikan sebagai pembuka tahun baru ini. Sengaja ngide begini karena sengaja mau nge-challenge diri sendiri biar rajin baca lagi. Haha.

Niatnya mau baca tiap pagi satu judul. Eh tapi ternyata aku lengah dan tiba-tiba nyampe di halaman terakhir. Baca buku ini bikin hati ketagihan berbunga-bunga.

"Katakan 'aku mencintaimu', agar tampangku kian menawan
sebab tanpa cintamu aku tidak bisa tampan
katakan 'aku mencintaimu' agar jemariku
menjelma emas dan keningku menjadi lentera
katakan 'aku mencintaimu', agar tuntas aku berubah menjadi gandum atau kurma
sekarang katakanlah, jangan ragu
beberapa cinta tak suka menunda"
(Aku Bersaksi Tiada Perempuan Selain Engkau, Hal : 72).
Itu seperti seseorang benar-benar memujaku. Seperti seseorang benar-benar punya cinta yang begitu besar untukku. Seperti itulah aku bersaksi tiada lelaki selain dia, selain dia, selain dia. Ya, tentu saja aku tidak sedang meracau.

Buku ini bukan novel, tapi kumpulan puisi karya penyair arab bernama "Nizar Qabbani" yang diterjemahkan "Musyfiqur Rahman". Judul aslinya adalah "Asyhadu An La Imraata Illa Anti". Di dalamnya tertulis teks bahasa arab asli lengkap dengan terjemahannya. Tiap lariknya mengistimewakan perempuan. Sajak demi sajaknya penuh cinta. Kalian tentu harus membaca ini wahai pecinta sastra romance.

Selamat membaca.

Jumat, 18 November 2022

Review Buku "Seribu Kisah, Sebuah Kasih"

"Mencintai dan dicintai adalah kesedihan yang sama...Kita mencintai bukan sekedar untuk dicintai-kita mencintai oleh sebab kita ingin dan sanggup untuk mencintai orang tersebut.... Meskipun tidak melulu hal indah yang datang, semoga kita bisa kerap jatuh cinta, berulang-ulang.... (Seribu Kisah, Sebuah Kasih, Hal: 136).

Ini adalah halaman favoritku. Halaman pembuka bagian akhir dari buku ini. Buku yang berisi banyak cerita pendek tentang hubungan antar manusia. Buku yang menyimpan banyak kisah cinta. Yang diam-diam, yang terang-terangan, yang hati-hati, yang sembrono, yang tidak sengaja, yang bertepuk sebelah tangan, yang tidak menyadari, yang bahagia, yang tidak bahagia, yang diantara itu semua, aku tidak peduli bagaimana. Karena perjalanan-perjalanan telah banyak tertulis juga terbaca, dan aku telah berhasil menjadi salah satunya. Ah senangnya menjadi manusia. Agak aneh, tapi aku menikmatinya. Ya meskipun itu berjalan sedikit demi sedikit.

Hubungan antar manusia memang tidak ada yang pasti. Tidak akan ada rumusnya. Tidak juga bisa diterka-terka. Kalau endingnya bahagia, ya selamat. Kalau ternyata tidak, ya selamat juga. Setidaknya semuanya pernah ada, bahkan dititik dimana orang lain tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya. Kita semua sudah sama-sama tahu, baik saja tidak cukup untuk menjadikan sesuatu jadi pas. Dan begitulah hari-hari berjalan. Selalu mengalir ke segala arah. Kita hanya perlu tahu bagaimana arah arusnya, juga bagaimana cara menikmatinya.

Megah bukan?

Sabtu, 24 Juli 2021

Selamat Pagi Kekasih

"Selamat pagi, kekasih".

Bunga-bungaku yang mekar mewangi di taman hatiku. Pelipur lara bagi setiap sakit yang gemar hilang bentuknya.

"Selamat pagi, kekasih".

Selamat menyambut hari yang berkemungkinan babak belur. Selamat berjalan lebih jauh. Selamat saja pagi ini dariku. Aku harap begini saja kamu sudah senang. Sebab kita masih jauh, bahkan untuk sekedar berebut menu sarapan pagi. Jadi apa rasa kopi favoritmu? Hitam, luwak, atau americano? Katakan saja kepadaku jika kamu sudah sampai.

Jadi, apa kabarmu? Dijawab apa adanya saja. Sebab hari-hari sudah terbayang lelah daripada harus kamu tambah dengan sandiwara. Ya aku pikir daripada repot begitu, lebih baik kita menyibukkan diri dengan menulis takdir-takdir yang kita ingini. Bukan, ini bukan untuk menuntut Yang Maha Cinta. Tapi ya siapa tahu, kemauan kita adalah juga kemauan-Nya. Tanganku juga tanganmu ini kan bisa jadi ajaib. Ya, kenapa kita tidak yakin atas itu?

Hidup ini adalah sebuah kesempurnaan yang tidak sempurna. Begitulah kita menjalaninya. Begitulah kamu datang menjelma. Dan begitulah aku datang menjelma. Kita adalah musik-musik yang tidak sempurna. Tapi tenang saja, kita tetap bisa menari-nari di atas segalanya. Ya tentu saja dengan bahagia yang mungkin harus kita paksakan ada. Hei sepertinya kita harus segera memulainya, kekasih. Maksudku cerita kita sebagai sepasang kekasih. Sebagai sebuah ruang yang berisi segalanya untuk selama-lamanya.

Ide bagus bukan?

Aku tahu kamu bukan orang yang gemar jail. Kamu mungkin adalah sebuah perkampungan padat penduduk yang sangat sunyi. Tapi tolong sudahi, sebab aku ingin kamu yang jail meski hanya denganku saja. Humor ini harus kita yang menciptakan, biar kita juga bisa jauh menikmati badai-badai yang datang. Dan kita akan bersama menikmati sapa-sapa mesra setelah membuka mata di pagi hari, menikmati kopi hitam favoritmu dan matcha ala-ala favoritku, lalu kita bersiap legowo mengurai mimpi-mimpi yang akan kita pijaki sehari penuh setiap hari. Jangan lupa kita bersulang untuk satu hari penuh yang rahasia itu. Sebab kita adalah kekasih. Ya, aku pikir sepasang kekasih sudah selayaknya merayakan apapun berdua, termasuk kesedihan, termasuk kebingungan, termasuk tumbuh kembang bersama dan apa-apa yang bahkan belum kita tahu benar-benar lakonnya.

Aku ini mungkin hanya sesuatu yang seorang manusia, perempuan, kecil, dan jauh dari kata ideal. Kamu mungkin sama, hanya saja aku belum melihat celahnya. Tapi aku dan kamu adalah rumah. Dan sungguh perkara-perkara yang tidak sederhana itu harus kita selesaikan. Maka dari itu, mari saling sudi untuk pulang dan mari kita rayakan hingar bingar rumah tangga yang suka meletus tiba-tiba berdua. Waw aku benar-benar sudah ingin banyak berbicara kepadamu tanpa perlu merasa bahwa aku telah mengganggumu sepanjang waktu kekasih. Bagaimana menurutmu?

Hei, kekasih. Ini bahkan hari minggu. Waktunya rekreasi. Mari wisata ke tempat kerjaku saja kekasih. Hari ini aku sedang tidak WFH, jadi mari ikut denganku agar aku dan kamu tetap bisa berdua. Tapi harusnya....harusnya kita sudah menikmati perburuan kecil itu ya kekasih? Atau boleh juga kita rencanakan pemotretan pastwed ala-ala monocrom. Atau kamu mau kita berbaur dengan tradisi kental jawa? Atau kita bisa bergaya apa saja di tepi pantai atau di antara pemandangan alam? Atau kita bisa mengambil konsep berkebun bersama. Atau kita ke pasar malam saja? Atau dua-duaan di studio potho milik siapa? Ya yang penting kita berdua. Yang penting kamu bersedia dulu untuk kujaga kekasih. Begitupun dengan aku kepadamu. Dan kita tidak akan jadi yang pernah selesai sekalipun telah lewat tenggang waktunya.

Langit tampak semakin membiru kekasih. Tidakkah diantara gulungan awan-awan itu aku dan kamu telah lebih dulu bertemu? Dan begitulah Yang Maha Mempertemukan menciptakan kita. Dan pada apa saja kita telah menjelma, tiap-tiap langkah, tiap-tiap puisi, dan tiap-tiap kicau burung adalah sesuatu yang tidak harus kita mengerti. Seperti itu, seperti omong kosongku ini. Mengalir , menyentuhmu bahkan jika ternyata kamu tidak menyadari semua itu dan aku tidak menyadari telah melakukan itu.

Jangan terbuai kekasih. Aku bahkan bukan seorang pecinta yang mahir. Kamu bahkan tidak enak hati kepada siapa saja yang menaruh hati padamu. Tidak apa-apa kekasih, yang penting masing-masing dari kita tetap waras. Kamu tidak harus berjanji, tapi berhati-hatilah di perjalananmu yang panjang itu. Sebab di tempat kerja itu aku menunggu. Sebab mulai pagi ini dan pagi-pagi setelah ini,  kamu sudah harus menyapaku. Atau tidak usah saja. Biar aku saja yang menyapamu.

"Selamat pagi, kekasih"

Selamat lagi dari kekasihmu ini.

Salam sayang.

Surat Kepada Siapapun yang Sedang dan Masih Merasa Kehilangan

Dear Everyone, I know it's not easy. I also won't know how heavy your burden is. Tapi guys, hidup harus tetap berjalan....